Berita  

Bersama Patriot Desa Jawa Barat, PCNU Bandung Barat di Saguling Teguhkan Komitmen Moderasi Beragama dan Pengembangan Keumatan.

Dalam momentum Konferensi MWC NU Kecamatan Saguling, yang di laksanakan pada Rabu,30 Agustus 2023, PCNU Kab.Bandung Barat bersama Patriot Desa Jawa Barat melaksanakan penandatanganan

Keneguhan Komitmen Moderasi Beragama dan Pengembangan Keumatan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Baituzzuhri Jalupang Girimukti Saguling ini, Selian PCNU Bandung Barat dan MWC NU saguling, juga diikuti oleh berbagai elemen dan unsur, di mulai dari Camat Saguling yang diwakili kasi PMD, Kepala KUA Saguling, Ketua MUI Saguling melaksanakan prosesi penandatanganan komitmen tentang moderasi beragama dan pengembangan Keumatan tersebut di hadapan ratusan Nahdliyyin Nahdliyat serta santri se Kecamatan Saguling yang hadir.

 

Nendi apriki, selaku Patriot Desa Jawa Barat juga selaku pendamping pemberdayaan di kecamatan Saguling dan penggagas Peneguhan komitmen ini menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah untuk memperkuat karakter dan identitas masyarakat Saguling yang wilayahnya akan semakin berkembang.

 

” Kecamatan Saguling akan mengalami perkembangan wilayah kecamatan Saguling akan terus berkembang, baik pembangunan infrastrukturnya, perkembangan penduduknya dan tentunya kultur budaya, sosial dan keagamaan akan ikut terdorong perkembangan. ” kata Nendi.

 

” Sebagai contoh kongkret di wilayah Cikande dan Bojong Haleuang, pembangunan

perumahan untuk pengembangan kota baru Parahyangan, selama berpuluh-puluh

tahun terus dilakukan secara masif, wilayah-wilayah desa baik lahan pemukiman dan

pertanian semakin menyempit, begitu pula dengan perkembangan masyarakatnya yang

semakin majemuk datang dari berbagai suku, ras, agama, dan berbagai firqoh

pemikiran. Tentunya bagi desa lain di kecamatan Saguling, Girimukti, Cipageran, Jati dan

Saguling pasti di masa depan akan mengalami perkembangan yang serupa seiring

adanya investasi pembangunan dan banyaknya orang yang datang menetap.” Tambahnya.

 

Nendi melanjutkan

” Dari latar belakang tersebut tentunya ada hal prinsipil, bagi masyarakat Saguling yang harus dipegang erat untuk memperkuat identitas dan karakter sebagai seorang

muslim dan orang sunda. Hal dasar ini adalah prinsip hidup dalam Moderasi Beragama.

ا

َو َكٰذِل َك َجعَْلٰن ُكْم اُ َّمةً َّو َس ً

 

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat

pertengahan…….”

 

Nendi menyampaikan bahwa melalui moderasi beragama, pengembangan keumatan di wilayah Saguling akan ikut di perkuat.

 

” Moderasi beragama dan pengembangan keumatan sebagai salah satu arah

kebijakan program nasional revolusi mental dan pembangunan kebudayaan merupakan

pondasi cara pandang, sikap, dan praktik beragama jalan tengah guna terwujudnya

masyarakat Indonesia yang berbudi luhur, berjati diri, bergotong royong, bertoleran,

dan sejahtera.

Maka melalui moderasi beragama, Umat islam didorong berperan dalam

membangun SDM Indonesia yang unggul berkualitas adalah melalui lembaga

pendidikan Islam, pondok pesantren, kajian-kajian melalui majelis talim (majelis ilmu)

maupun kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang mengembangkan potensi kekuatan

keumatan seperti, memberdayakan potensi ekonomi melalui zakat, infak dan sedekah,

lembaga baitul mal, koperasi, serta mendorong terciptanya unit-unit usaha.

Selain itu moderasi beragama akan menjaga stabilitas keamanan dan kondusifitas

lingkungan tetap harmonis, rukun dan menjadi kekuatan sosial gotong royong yang

tinggi, toleran terhadap perbedaan serta bijak dalam mengambil keputusan melaluim usyawarah mufakat. ” pungkas Nendi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *