PULUHAN TAHUN MENANTI, WARGA ULUWAY COR JALAN DENGAN UANG SENDIRI: KE MANA PERHATIAN PEMKAB TANA TORAJA?

PULUHAN TAHUN MENANTI, WARGA ULUWAY COR JALAN DENGAN UANG SENDIRI: KE MANA PERHATIAN PEMKAB TANA TORAJA?

TANA TORAJA 3 Agustus 2026, SULAWESI SELATAN | HK NEWS — Ironi pembangunan infrastruktur kembali mencuat di Kabupaten Tana Toraja. Masyarakat Lembang Uluway, Kecamatan Mengkendek, harus bergotong royong membangun jalan beton yang menghubungkan Dusun Ra’tuk dan Dusun Roni dengan mengandalkan swadaya masyarakat.

Jalan yang menjadi akses penting bagi warga tersebut disebut telah puluhan tahun hanya diperkeras menggunakan batu. Hingga kini, menurut keterangan masyarakat, peningkatan jalan menjadi jalan beton sebagaimana jalan poros di wilayah lain belum kunjung terealisasi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengambil inisiatif sendiri. Dana pembangunan jalan dikumpulkan secara sukarela dari warga di dua dusun. Tidak ada paksaan nominal, seluruhnya berasal dari sumbangan seikhlasnya masyarakat.

“Kami sudah puluhan tahun menunggu. Jalan ini hanya diperkeras dengan batu. Karena ingin jalan yang layak, masyarakat akhirnya kompak mengumpulkan dana sendiri untuk membangun jalan beton,” ungkap salah seorang warga.

Bagi masyarakat, pembangunan tersebut bukan sekadar persoalan betonisasi jalan. Akses yang layak sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga, kegiatan ekonomi, pertanian, pendidikan serta akses pelayanan masyarakat.

Yang menjadi pertanyaan warga, mengapa masyarakat harus mengandalkan uang sendiri untuk membangun infrastruktur dasar yang selama ini mereka nantikan?

Warga mengaku belum merasakan respons yang maksimal dari Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terkait kondisi jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melihat pembangunan dari pusat wilayah, tetapi juga turun langsung melihat kondisi masyarakat di kampung-kampung.

“Kami bukan tidak mau bergotong royong. Kami tetap gotong royong. Tapi kami juga berharap pemerintah memperhatikan kami. Masyarakat desa juga punya hak menikmati pembangunan yang layak,” ujar warga lainnya.

Kondisi ini menjadi sorotan karena semangat gotong royong masyarakat justru muncul di tengah penantian panjang terhadap perbaikan infrastruktur. Warga pun mempertanyakan sejauh mana perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan jalan di wilayah pedesaan.

HK NEWS mendorong Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Dinas PUPR serta pihak terkait untuk turun langsung ke lokasi dan melihat kondisi jalan penghubung Dusun Ra’tuk–Dusun Roni di Lembang Uluway.

Apakah suara masyarakat Lembang Uluway akan terus menunggu, atau pemerintah akan hadir memberikan solusi nyata?

HK NEWS juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai status, perencanaan, dan kebijakan pembangunan jalan tersebut.

Penulis: AliEditor: Ali
Exit mobile version